Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
Alhamdulillah,
puji syukur selalu di panjatkan kehadirat ilahi robbi yang telah memberikan
nikmat sehat wal afiat sehingga mampu menulis catatan belajar konseling nabawi
pada saat ini. Selanjutnya, perkenalkan nama saya Egi Anwarullah mahasiswa
semester 5 Bimbingan Konseling Islam. Fakultas Dakwah di Universitas Islam
Negri Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Disini saya akan menulis cacatan
belajar mata kuliah Konseling Nabawi yang diampu oleh Dosen Ahmad Fadhil Lc.
M.Hum.
Mata kuliah konseling nabawi ini adalah mata kuliah yang
baru saya pelajari dengan mencari referensi yang lumayan menyulitkan saya,
terlebih di masa pandemi seperti ini. tapi semua itu tidak menjadi soal untuk
saya terus belajar. saya menggunakan referensi dengan buku yang saya
punya dan media tentunya. Di catatan belajar ini saya mengumpulkan dari catatan
belajar satu sampai tiga dengan sub tema Hakikat dan Urgensi Konseling Nabawi,
Hubungan dengan alam semesta atau Hablum Minal Alam, dan Konseling
keluarga. karena kehidupan di dunia merupakan perjalanan panjang untuk
menyelesaikan masalah.
1. Pengertian
Rasulullah Muhammad SAW adalah konselor handal dalam
menyelesaikan setiap masalah yang di hadapi umatnya. meskipun secara disiplin
keilmuan modern seperti sekarang ini, teori dan teknik bimbingan dan konseling
belum muncul pada saat itu. Namun dalam menyelesaikan masalah yang timbul pada
saat itu, Rasulullah sudah menerapkan teori dan teknik yang dikemukakan oleh
para tokoh bimbingan dan konseling modern. Hal ini memang tidak bisa dilepaskan
dari tugas Nabi Muhammad sebagai seorang Rasul. Pembawa risalah kebenaran,
penyempurna akhlak manusia, pembimbing kejalan kebaikan menuju kebahagiaan
hidup dunia dan akhirat.
Dalam
literatur Arab, konseling islam disebut dengan al-taujih wa
al-istisyarah atau al-irsyad. Secara etimologi kata
al-irsyad bersal dari kata arsyada-yursyidu yang dalam bahasa
indonesia berarti petunjuk. Sedangkan al-istisyarah berarti thalaba
minhu al-masyurah/ al-nashihah. Dalam bahasa Indonesia berarti
nasihat. Sedangkan pelaku atau pelaksana dalam kegiatan konseling dalam islam
dikenal dengan sebutan al-mursyid yang berarti pembimbing atau
penuntun kejalan yang benar. Secara teoritis, pendasaran bimbingan dan konseling pada
prinsip dan ajaran Islam adalah kemestian. Hasan al-Sharqawi mengatakan bahwa
pilar ilmu-ilmu kehidupan sepeti pendidikan, etika, ekonomi, psikologi, dan
hukum harus diambil dari Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya. Barat mengklaim bahwa
mereka adalah pemilik peradaban modern dan kontemporer. Mereka memang telah
sukses dalam ilmu-ilmu aplikatif dan teknologi. Tapi, mereka tidak maju dalam
ilmu-ilmu kehidupan seperti akhlak, pendidikan, psikologi, dan hukum. Mereka
kehilangan arah dan menyimpang dari jalan yang lurus
(https://bkiiainbanten.wordpress.com/2012/06/05/urgensi-konseling-nabawi-4/)
2. Unsur-unsur dalam bimbingan
Bimbingan merupakan sebuah peroses, ini mengandung makna bahwa
bimbingan tidak terjadi secara tiba-tiba, tetapi ia tersusun secara sistematis
dan berkesinambungan, terarah pada sebuah tujuan. Bantuan diberikan kepada
individu, baik perseorangan maupun kelompok. Setiap manusia yang lahir kedunia
pada hakikatnya telah memiliki potensi masing-masing. Baik ia lahir secara
sempurna maupun lahir dalam keadaan cacat. Potensi tersebut akan berkembang
dengan maksimal bila diarahkan dan dibimbing dengan cara yang benar. Bimbingan
tidak hanya diberikan kepada kelompok umur tertentu saja, melainkan meliputi
semua usia, dari kanak-kanak, remaja, dewasa, maupun orang tua. semua manusia
membutuhkan bimbingan. Bimbingan diberikan oleh orang-orang yang ahli, yaitu
orang-orang yang memiliki kepribadian yang terpilih dan telah memperoleh
pendidikan serta latihan yang memadai dalam bidang bimbingan dan koseling.
3. Faktor yang mempengaruhi konseling nabawi
Filsafat humanisme menyatakan bahwa setiap manusia
memiliki potensi untuk di kembangkan seoptimal mungkin sesuai dengan kemampuan dan
kapasitas masing-masing. Manusia lahir kedunia sudah dibekali oleh Allah SWT dengan
berbagai macam potensi. Potensi tersebut sebagi bekal manusia dalam mengarungi
kehidupannya. Setiap individu memiliki potensi dasar yang di bawa sejak lahir,
sehingga memungkinkan dia untuk mengembangkan diri utuk sesuai dengan keunikan
dan potensi yang dimiliki. Karena sifatnya unik, maka proses pelaksanaan
bimbinganya tidak bisa disamaratakan. Mereka memperoleh bimbingan yang
berbeda-beda. Individu akan terarah hidupnya bila pengaruh budaya disikapi
secara positif. Sebaliknya individu akan mudah tergelincir pada
perilaku-perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain, bila pengaruh
budaya tersebut disikapi dengan negatif.
(Referensi: Agus Sukirno. 2018, Pengantar Bimbingan dan
konseling. A-Empat, h.19-26.)
Pada saat ini
telah terjadi perubahan paradigma pendekatan bimbingan dan konseling, yaitu
dari pendekatan yang berorientasi tradisional, remedial, klinis, dan terpusat
pada konselor, kepada pendekatan yang berorientasi perkembangan dan preventif.
Pendekatan bimbingan dan konseling perkembangan (Developmental Guidance and Counseling),
atau bimbingan dan konseling komprehensif (Comprehensive Guidance and Counseling).
Pelayanan bimbingan dan konseling komprehensif didasarkan kepada upaya
pencapaian tugas perkembangan, pengembangan potensi, dan pengentasan
masalah-masalah konseli. Tugas-tugas perkembangan dirumuskan sebagai standar
kompetensi yang harus dicapai konseli, sehingga pendekatan ini disebut juga
bimbingan dan konseling berbasis standar (standard based guidance and counseling).
Standar dimaksud adalah standar kompetensi kemandirian.
(https://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/03/12/paradigma-baru-bimbingan-dan-konseling/)
Selanjutnya, saya menulis catatan
belajar saya yang kedua ini, dengan memanjatkan rasa syukur saya kepada Allah
SWT yang telah memberikan kesehatan jasmani dan rohani kepada saya sehingga
saya bisa meneruskan menulis catatan belajar yang kedua ini. Shalawat dan salam
semoga tetap selalu tercurahkan kepada baginda nabi besar Muhammad SAW karena
beliau lah kita semua ada dimuka bumi ini dan karena beliau juga allah
menciptakan alam semesta ini. Kalau bukan
karena Nabi Muhammad SAW, niscaya Allah takkan menciptakan Nabi Adam AS. Kalau
Nabi Adam AS tidak diciptakan oleh Allah, niscaya anak turunan Adam takkan
diciptakan. Sedangkan nyatanya, Allah menciptakan Nabi Adam dan anak
keturunannya. Allah juga menciptakan alam semesta ini hanya untuk keperluan
manusia. Jadi, hanya karena Nabi Muhammad SAW Allah Menciptakan alam semesta raya
ini.
1. Keterkaitan islam dengan alam semesta
Jagad raya ini adalah sebuah masa atau susunan
unsur-unsur itu berada dalam perbentangan. Sehingga alam semesta dalam
persfektif Al-Quran dapat dipahami sebagai perbentangan unsur-unsur yang saling
mempunyai keterkaitan. Pada hakikatnya, alam semesta haruslah dipahami sebagai
wujud dari keberadaan Allah SWT, sebab alam semesta dan seluruh isinya serta
hukum-hukumnya tidak ada tanpa keberadaan Allah Yang Maha Esa. Segala sesuatu
termasuk langit dan bumi merupakan ciptaan Allah Yang Maha Kuasa
(Ibrahim,14:11). Allah adalah pemilik mutlak dari alam semesta dan penguasa
alam semesta serta pemeliharanya Yang Maha Pengasih (Al-Baqarah, 1: 1-3)
sebagai ciptaannya, alam semesta ini menyerah kepada kehendak Allah (Ali Imran,
3: 83) dan memuji Allah (Al-Hadid, 57: 1), (Al-Hasyr, 59:1), (As-Saff, 61:1),
lihat pula ayat (Al-Isra, 17:44), (An-Nur24: 41). Antara alam semesta (makhluk)
dan Allah mempunyai keterikatan erat, dan bahkan meskipun mempunyai hukumnya
sendiri, ciptaan amat bergantung pada pencipta yang tak terhingga dan mutlak
(https://binus.ac.id/character-building/2020/05/alam-semesta-menurut-pandangan-islam-2/)
2. Penciptaan alam semesta
Jika kita mencari proses penciptaan alam semesta di dalam
Al-Quran terdapat salah satu ayat yang menjelaskan prosesnya seperti di surah
(As-Sajdah, 32:4 yang artinya “Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi
dan segala yang ada diantara keduanya dalam waktu enam hari, kemudian dia
bersemayam di atas Arsy. Kamu semua tidak memiliki seorang penolong dan pemberi
syafaat pun selain diri-Nya. Lalu, apakah kamu tidak memperhatikannya?” . Dari
salah satu ayat tersebut Allah SWT menyebutkan penciptaan langit dan bumi dalam
enam masa (sittati ayyaamin) selanjutnya para mufasir bersepakat dalam
menafsirkan ayat ini, bahwa yang disebut dengan (sittati ayyaamin)
adalah enam tahapan atau proses bukan enam hari sebagaimana mengartikan kata Ayyamin.
Sayyid Bakri Syatha menyebut Rasulullah SAW tidak lain
adalah asal penciptaan bagi semua makhluk Allah. Sayyid Bakri menganjurkan kita
untuk membaca banyak shalawat. Hanya saja "asal" dan kata
"sebab" penciptaan di sini mesti dipahami sebagai asal atau sebab
secara majazi karena pada hakikatnya perbuatan Allah tidak tergantung pada
illat atau sebab. Meskipun demikian, shalawat terhadap Nabi Muhammad SAW
merupakan bentuk terima kasih atau syukur kita umat manusia terhadap Rasulullah
SAW sebagai penghulu segenap manusia sebagaimana sabdanya yang mulia. Allahumma
shalli wa sallim 'ala Sayyidina Muhammad wa alihi wa shabihi ajma'in. Wallahu
a‘lam.
3. Pelestarian alam semesta
Kita sebagai umat manusia yang bertugas untuk
melestarikan Alam Semesta harus mempunyai prinsip dalam melestarikan alam
semesta, yaitu di dalam Al-Qur’an surat Al-Anbiya 107, Allah SWT berfirman
artinya : “Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat
bagi semesta alam”. Rahmatan lil alamin bukanlah sekedar motto Islam,
tapi merupakan tujuan dari Islam itu sendiri. Sesuai dengan tujuan tersebut,
maka sudah sewajarnya apabila Islam menjadi pelopor bagi pengelolaan alam dan
lingkungan sebagai manifestasi dari rasa kasih bagi alam semesta tersebut.
(https://binus.ac.id/character-building/2020/05/alam-semesta-menurut-pandangan-islam-2/)
Selanjutnya, di catatan belajar ketiga ini saya akan menceritakan tentang
praktek konseling nabawi, sub tema yang saya pilih disini adalah Konselo
keluarga. Dan sasarannya adalah saudara saya sendiri yaitu adik dari ibu saya
yang bernama RS (Inisial) Atau saya biasa memanggilnya BIBI.
1.PROFIL
Nama: RS (Nama
disamarkan)
TTL: Jakarta,
12 Juni 1987
Pekerjaan :
Guru
Agama : Islam
Anak : 2
Alamat :
Cipocok Serang
Jenis kelamin
: Perempuan
RS Adalah
seorang guru sekolah, beliau mengajar di MTs dan MA yang ada di cipocok. Beliau
adalah sosok orang tua yang tegas, baik dalam hal mengajar di sekolah maupun
mendidik anaknya di rumah. Sering kali ketegasannya dalam mendidik anaknya
melampaui batas, terkadang anaknya sering kena marah ibunya hanya saja karena
masalah sepele, sedangkan anaknya baru berusia 7 tahun dan adiknya baru berumur
3 tahun, tapi ketegasan mendidik anaknya tidak seperti mendidik anak anak pada
umumnya. sehingga anak itu sering menangis ketika sudah kena marah ibunya,
hanya saja dia bingung ingin minta tolong pada siapa agar ibunya tidak terlalu
kasar kepadanya.
2. Diagnosa
Setelah saya
mengamati, RS adalah sosok seorang ibu yang bukan hanya tegas tapi juga kasar
terhadap anaknya. Di tambah anaknya yang masih anak anak dan lebih banyak
bermain bercanda dari pada serius.
3. Treatment
Awalnya saya
bingung mau mulainya dari mana, karena ini urusannya tentang anak daan keluarga
tetapi setelah saya ngobrol dan akhirnya dia mau untuk saya konseling dengan
dalih membantu saya menyelesaikan tugas saya, dan dia juga bilang semoga dengan
adanya saya dia bisa merubah sikap dia lebih lembut terhadap anaknya.
Dan disitu
saya berikan nasihat nasihat bagaimana mendidik anak ala Rosulullah. selalu
membiasakan anak-anak mengucap salam ketika mau pergi atau setelah pergi,
membaca doa ketika hendak makan atau sesudah makan dan lain sebagainya. Dan
salah satu bentuk pendidikan pada anak adalah teguran. Ketika mereka berbuat
kesalahan, orang tua mesti mengingatkannya dengan cara-cara yang baik. bukan
langsung memarahinya dan berkata kasar kepada anak, itu bukan cara yang di
ajarkan oleh Rosulullah.
Fatimah putri
Rosulullah, sejak kecil di didik oleh ayahnya untuk bersifat patut. seorang
anak hendaknya sejak dini di bimbing untuk memilah dan memilih perbuatan yang
baik, bermanfaat dan adil. Jika seorang anak sudah terbiasa memiliki rasa malu
untuk berbuat salah, maka harapannya di tengah masyarakat nanti dia akan nggan
melakukan segala hal yang bertentangan dengan norma-norma. Dan pada akhrinya,
kasih sayang dapat menjadi cara efektip untuk mendidik anak.
https://republika.co.id/berita/ptpfa8318/mendidik-anak-cara-rasul

Komentar
Posting Komentar