Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
Gimana kabarnya teman-teman semua? Semoga sehat selalu dalam menjalankan segala aktifitasnya. Oke, pada kesempatan kali ini saya akan menulis resensi dari film Muhammad Teh Messenger Of God. Kenapa saya ingin menulis resensi dari film ini. Pertama, ini untuk memenuhi tugas mata kuliah Konseling Nabawi. Kedua, film ini menceritakan sejarah Kanjeng Nabi Muhamad SAW. Ketiga, karena sekarang ini sedang masuk bulan kelahirannya Rasulullah SAW maka dari itu saya ingin menulis resensi yang ada dalam film tersebut untuk mewujudkan rasa cinta saya kepada Baginda Nabi Besar Muhammad SAW.
Pertama di dalam film ini menceritakan sebuah kisah kelahiran baginda Nabi SAW dimana detik-detik kelahiran Nabi sangat menegangkan karena pada saat itu ada segerombolan pasukan gajah yang di pimpin oleh raja Abrahah hendak menghancurkan Ka'bah, sehingga Abdul Mutholib menyerahkan semuanya dan pasrah kepada Allah SWT. Yang menarik disini adalah ketika pasukan gajah itu sudah tepat di depan gerbang kota Mekah tiba-tiba gajah itu tidak mau jalan sama sekali, seolah-olah tau bahwa akan dilahirkannya kekasih Allah sehingga tidak mau menyakiti dan merusaknya. Setelah itu datanglah segerombolan burung Ababil yang mengelilingi Ka'bah, dan setelah burung-burung itu mengelilingi Ka'bah Allah mengutusnya untuk menyerang para pasukan gajah dengan menjatuhkannya batu krikil panas dari neraka yang di bawa oleh burung-burung itu dan seketika itu semuanya pasukan gajah mati. Hal menarik lainnya adalah sudah sering diceritakan bahwa begitu kelahiran nabi api majusi yang tidak pernah padam akhirnya padam, para berhala berjatuhan dan hancur, bulan begitu terang bersinar, semua itu sudah sering kita dengar ceritanya dan di film ini ada, dan masih banyak lagi hal-hal menarik dalam film ini.
Bukan hanya hal-hal menarik yang ada di dalam film ini tapi juga banyak pesan-pesan yang ada di dalam film ini. ketika Nabi di tinggal Ibunda tercinta seketika itu Nabi pingsan dan sakit, dimana sebelumnya beliau tidak pernah melihat ayahnya dan diumur yang di bilang masih kecil itu ibunya pun pergi meninggalkannya, dan hanya ada Abu Tholib pamannya beliau dan Abdul Mutholib kakeknya yang mengurus dan menjaganya. disini ada pesan bahwa sehebat hebatnya manusia dia akan rapuh apabila di tinggal oleh orang yang sangat dia sayangi khususnya Ibu. Bukan hanya Siti Aminah Ibunya Rosulullah SAW yang meningggalkannya tapi juga Abdul Mutholib sang kakek pun juga meninggalkannya setelah dua tahun di tinggal sang ibu tercinta. Pamannya lah Abu Tholib yang menjaga dan membela Rosulullah SAW baik suka maupun duka. Dan ada pula pesan yang dapat kita ambil ketika ada seorang ayah yang ingin mengubur anaknya hidup hidup yang masih bayi dan di cegah oleh istrinya sampai isrinya di tampar dan jatuh tersungkur, disitulah Nabi mengambil bayi itu dan menasehati sang ayah agar tidak mengubur bayinya hidup hidup hidup. Kenapa bapak itu ingin mengubur anaknya hidup hidup. Karena bayi itu adalah bayi berempuan, dia menganggap anak perempuan adalah pembawa sial. disitulah nabi mulai menasihatinya, bahwa tidak setiap anak perempuan tidak membawa kebahagiaan, dan nabi mulai meyakinkan bahwa anak itu akan memberikan kebaahagiaan kelak nanti.
Dan setelah menonton film ini jadi terinspirasi untuk menjadi orang besar dan sukses butuh pengorbanan dan jeri payah yang sangat luar biasa, karena sekelas Baginda Nabi saja banyak sekali cobaan yang di dapat, mulai dari di tinggal oleh orang orang tercinta, waktu kecil beliau mengembala, terus ikut berdagang dengan pamannya dan masih banyak yang lainnya. Artinya untuk menjadi orang besar kita tidak boleh sombong harus selalu merendah dan tidak pernah marah dan balas dendam kepada mereka yang selalu mencaci maki beliau. Malah beliau mendoakan agar diberikan hidayah oleh Allah SWT.
Terakhir ucapan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat yang sangat luar biasa ini, yaitu di jadikannya umat Baginda Nabi Besar Muhammad SAW. semoga kita selalu ada dalam lindungannya dan diberikan Syafaat Uzma Ila Yaumil Qiyamah Amiin. terakhir mari kita sama sama perbanyak membaca solawat kepada baginda Nabi Muhammad SAW.
Allahumma Sholli Wasallim Ala Syayidina Wamaulana Muhammad Waala Alii Syayidina Wamaulana Muhammad Salallahu Alaihi Wasallam.
Wassalamualikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
Komentar
Posting Komentar