Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Apa kabar semuanya, apakah sehat? Semoga selalu sehat dalam menjalankan segala urusannya, Amiin.

Di catatan belajar ketiga ini, saya akan menceritakan tentang praktek konseling nabawi, sub tema yang saya pilih disini adalah Konselo keluarga. Dan sasarannya adalah saudara saya sendiri yaitu adik dari ibu saya yang bernama RS (Inisial) Atau saya biasa memanggilnya BIBI.

1.PROFIL

Nama: RS

TTL: Jakarta, 12 Juni 1987

Pekerjaan : Guru

Agama : Islam

Anak : 2

Alamat : Cipocok Serang

Jenis kelamin : Perempuan

RS Adalah seorang guru sekolah, beliau mengajar di MTs dan MA yang ada di cipocok. Beliau adalah sosok orang tua yang tegas, baik dalam hal mengajar di sekolah maupun mendidik anaknya di rumah. Sering kali ketegasannya dalam mendidik anaknya melampaui batas, terkadang anaknya sering kena marah ibunya hanya saja karena masalah sepele, sedangkan anaknya baru berusia 7 tahun dan adiknya baru berumur 3 tahun, tapi ketegasan mendidik anaknya tidak seperti mendidik anak anak pada umumnya. sehingga anak itu sering menangis ketika sudah kena marah ibunya, hanya saja dia bingung ingin minta tolong pada siapa agar ibunya tidak terlalu kasar kepadanya.

2. Diagnosa

Setelah saya mengamati, RS adalah sosok seorang ibu yang bukan hanya tegas tapi juga kasar terhadap anaknya. Di tambah anaknya yang masih anak anak dan lebih banyak bermain bercanda dari pada serius. 

3. Treatment

Awalnya saya bingung mau mulainya dari mana, karena ini urusannya tentang anak daan keluarga tetapi setelah saya ngobrol dan akhirnya dia mau untuk saya konseling dengan dalih membantu saya menyelesaikan tugas saya, dan dia juga bilang semoga dengan adanya saya dia bisa merubah sikap dia lebih lembut terhadap anaknya.

Dan disitu saya berikan nasihat nasihat bagaimana mendidik anak ala Rosulullah. selalu membiasakan anak-anak mengucap salam ketika mau pergi atau setelah pergi, membaca doa ketika hendak makan atau sesudah makan dan lain sebagainya. Dan salah satu bentuk pendidikan pada anak adalah teguran. Ketika mereka berbuat kesalahan, orang tua mesti mengingatkannya dengan cara-cara yang baik. bukan langsung memarahinya dan berkata kasar kepada anak, itu bukan cara yang di ajarkan oleh Rosulullah.

Fatimah putri Rosulullah, sejak kecil di didik oleh ayahnya untuk bersifat patut. seorang anak hendaknya sejak dini di bimbing untuk memilah dan memilih perbuatan yang baik, bermanfaat dan adil. Jika seorang anak sudah terbiasa memiliki rasa malu untuk berbuat salah, maka harapannya di tengah masyarakat nanti dia akan nggan melakukan segala hal yang bertentangan dengan norma-norma. Dan pada akhrinya, kasih sayang dapat menjadi cara efektip untuk mendidik anak.

https://republika.co.id/berita/ptpfa8318/mendidik-anak-cara-rasul

Komentar