Tugas Tiga Selama Perkuliahan

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Saya Egi Anwarullah, Mahasiswa jurusan BKI semester 3 di Fakultas Dakwah UIN SMH BANTEN.
Pertama puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan nikmat, baik nikmat sehat wal afiat, jasmani maupun rohani, serta nikmat umur panjang, dan di iringi nikmat yang luar biasa yaitu nikmat iman wal islam. Sehingga alhamdulillah dengan sababiyah dan wasilah nikmat tersebut saya bisa menulis tugas ke tiga ini.
Solawat beserta salam semoga selalu tercurahkan kepada nabi besar Muhammad SAW, beserta keluarganya, para sahabatnya, serta seluruh umatnya ilaa yaumil qiyamah amiin.
Selanjutnya, saya akan menulis tugas ke tiga ini tentang perkuliahan Mata Kuliah Filsafat Islam. Di awal-awal perkuliahan bapak dosen belum bisa masuk bersama kami mahasiswa,  karena beliau baru saja pulang dari tanah suci. Semoga setelahnya beliau melaksanakan ibadah haji dan berziarah ke makam rosulullah di jadikan haji yang mabrur oleh allah SWT. lalu minggu berikutnya barulah beliau masuk, di pertemuan pertama ini setelah beliau melaksanakan ibadah haji tentu beliau bercerita pengalaman beliau berada di sana. Yang paling saya ingat ketika beliau bercerita adalah, ketika beliau hendak melaksanakan sholat di masjid, ada perasaan hati sombong kalau sendal beliau begitu di letakan di rak sendal tidak akan lupa dan tidak akan hilang, tapi buktinya setelah beliau selesai sholat bukan hanya sendalnya yang hilang, tapi rak sendalnya pun ikut hilang. Itu yang paling saya ingat jadi intinya mungkin segala sesuatu yang ada di sana walaupun hanya gerentes hati pasti akan di balas oleh allah. Ada lagi yang lucu dari pengalaman beliau, ketika sedang wukuf di arafah beliau merasakan kesejukan di saat wukuf, jadi beliau tidak kepanasan. Di hati beliau merasa kalau beliau mungkin melaksanakan ibadah hajinya di terima oleh Allah SWT. tapi begitu beliau melihat ke belakang ternyata ada orang tinggi besar yang sedang memayunginya. Tapi, semoga dengan adanya orang yang memayunginya itu sebagai ciri bahwa beliau telah di terima hajinya oleh Allah SWT, dan menjadi haji yang mabrur. Ada pengalaman yang unik pula ketika beliau sedang melaksanakan Sa'i, beliau melihat ada nenek-nenek yang sedang duduk kecapean, dan beliau menawarkan untuk menggendongnya. Tapi, setelah beliau menawarkan untuk menggendong, nenek itu malah bangun dan lari melesat. Sebuah pengalaman yang unik bagi saya setelah mendengar cerita itu, jadi sebuah kejadian yang mungkin kita tidak boleh melihat orang dari fisiknya saja, bisa jadi orang itu lebih kuat dari pada kita. Dan yang unik lagi adalah ketika orang yang berangkat haji meletakan istrinya di belakang agar istrinya tidak hilang, tapi ini malah kebalikannya beliau malah mendiamkan diri di belakang sementara istrinya yang maju kedepan untuk bisa mencium ka'bah atau sholat di shaf depan. Sungguh suami yang hebat adalah suami yang bisa memandirikan istrinya sendiri. Setelah sekian banyaknya pengalaman beliau melaksanakan haji mungkin beliau orang yang paling beruntung karena beliau sebelum pergi ke tanah suci beliau meminta maaf dan meminta do'a kepada semua mahasiswa yang pernah beliau berikan TL, yang pernah beliau marahi ketika kuliah, yang pernah beliau tidak izinkan masuk ketika MK berlangsung, yang pernah beliau coret-coret skripsinya, semuanya beliau minta maaf. Dan merekapun memaafkan dan mendo'akan kesehatan dan keselamatan beliau, termasuk saya yang begitu tau kalau beliau akan berangkat haji saya langsung do'akan beliau supaya di jadikan haji yang mabrur, dan selalu di berikan kesehatan dan kekuatan dalam melaksanakan ibadahnya di tanah suci itu. Dan bisa kembali ke tanah air dengan selamat. Masih banyak lagi sebetulnya yang ingin beliau ceritakan di kelas itu, tapi apalah daya karena waktu kita terbatas hanya 2 SKS atau setara dengan 100 menit. Jadi setelah itu beliau akan melanjutkan ceritanya di pertemuan yang akan datang.
Di pertemuan kedua yang awalnya jam MK beliau adalah siang akhirnya di pindahkan ke waktu pagi. Di pertemuan kedua saya telat masuk karena motor yang saya bawa akhirnya bannya bocor terpaksa saya harus naik angkutan umum karena tidak mungkin saya menunggu ban saya selesai sedangkan pas di cek yang bocornya ada dua, maka dari itu saya putuskan untuk naik angkutan umum demi mengejar MK Filsafat Islam ini. Dan sesampainya saya di kelas, saya di kagetkan oleh dosen saya sendiri untuk mengulangi cara masuk saya. Saya lupa ternyata MK beliau kalau telat di bolehkan masuk akan tetapi ada syaratnya. Yaitu, tidak boleh mengetok pintu, tidak boleh mengucapkan salam, dan tidak boleh salaman kepada beliau selaku dosen pengampu. Jadi, kita masuk langsung duduk. Setelah saya masuk ternyata MK sudah berjalan sekitar 30 menit lebih, dan saya tidak tau apa pembahasan pertama yang di sampaikan beliau, setelah saya memperhatikan papan tulis di situ sudah ada pertanyaan serta jawaban mahasiswa yang sudah dijawab ketika di tanya oleh beliau. Sungguh terkejutnya aku ketika beliau langsung menyebut namaku untuk menjawab pertanyaannya padahal saya baru saja duduk. "TUMAN" itu lah kata-kata beliau ketika saya belum siap menjawab. Dan akhirnya pertanyaan itu di lemparkan kepada saudari Aulia. Pertanyaannya simpel, Apa yang anda pahami tentang Filsafat Islam, dan apa hubungannya denga bimbingan konseling islam. Seperti itu kurang lebih pertanyaannya. Kalau ada yang bisa menjawab pertanyaan ini silahkan tulis di kolom komentar. Setelah pembahasan tentang pengertian Filsafat Islam dan hubungannya dengan BKI, lalu kami di berikan tugas perkelompok tentang filsafat islam yang harus kami cari di Al-Qur'an kelompok saya tentang akal atau Al-Aqlu, dan kami di beri kamusnya dalam bentuk PDF. Setelah selesai pertemuan kedua itu, di pertemuan pertemuan pertemuan selanjutnya beliau tidak masuk sampai waktu pengiriman tugas ke tiga beliau pun masih belum bisa masuk.

Komentar