CATATAN PENDUKUNG KULIAH DI DALAM KELAS
Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Nama saya Egi Anwarullah Mahasiswa Semester 2 jurusan BKI di Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
Pertama-tama puji tuhan puji rasul puji semesta alam, semoga kita sehat selalu dan diberi kekuatan dan keselamatan dalam menjalankan aktifitasnya.
Kali ini saya akan menulis tentang kegiatan belajar saya di kelas selama belajar mata kuliah filsafat umum.
Awal dari cerita saya adalah ketika pertama kali menduduki bangku semester dua dan ternyata dosen pengampu mata kuliah filsafat umum adalah dosen pengampu mata kuliah ilmu kalam di semester 1, beliau adalah Ahmad Padil Lc. MA. Setelah saya tau beliau adalah dosen filsafat umum di semester 2 saya langsung punya pikiran bahwa sepertinya di semester 2 ini akan di ajar seperti semester pertama, ternyata pikiran saya salah, beda dengan semester lalu kali ini beliau lebih rajin dari biasanya sampai-sampai saya pernah telat mknya. Tapi yang unik dari beliau adalah setiap beliau masuk tidak ada kata terlambat, jadi yang terlambat pun masih di persilahkan masuk dan di hadirkan di dalam absen. Tapi, dengan syarat ketika masuk silahkan tutup pintu dan jangan salaman. Itulah keunikan dari dosen filsafat kami.
Dan ternyata di kelas saya itu ada mahasiswi yang mengulang mk filsafat umum ini, dia bercadar, saya nggak tau apakah dia bercadar itu karna mengikuti sunah atau memang karna polusi.
Dan setiap mk filsafat ini mulai selalu terasa gerah dan panas walau di kelas saya sudah ada AC tpi kadang pas mk filsafat itu mulai AC nya mati sehingga kami gerah.
Pada pertemuan pertama, kita akan mendiskusikan pernyataan, "Manusia adalah makhluk yang bisa berpikir dan bisa memikirkan pikirannya."
Pada pertemuan kedua, kita mendiskusikan pernyataan, "Manusia itu memiliki banyak kelebihan dari pada binatang".
Pada pertemuan ketiga, kita berkenalan dengan Sokrates dan Ibnu Rusyd. Kita mendiskusikan efek filsafat pada masyarakat dan diri si filsuf. Di sini kita di kadih Sedikit bocoran, bocorannya adalah kita bisa membaca nasib buruk di akhir hidup kedua filsuf tersebut akibat kegiatan filsafat mereka.
Pada pertemuan keempat, kita mendiskusikan sofisme, fallasi/sesat pikir, filsafat, dan logika.
Pada pertemuan kelima, kita mendiskusikan apakah al-Quran mengekang, membebaskan, atau membimbing akal. Tapi yang ini saya lupa apakah di bahas atau tidak.
Pada pertemuan keenam, barulah kita mendiskusikan pengertian filsafat serta objek dan metode kajiannya.
Pertemuan kedelapan kita diskusi tentang filsafat pra Yunani atau Filsafat Timur.
Pertemuan kesembilan kita menonton film Hypathia. Setelah menonton film ini kita di tugaskan untuk menulis apa yang telah kita tonton baik buruknya film tersebut untuk memenuhi tugas ke 4
Pertemuan kesepuluh kita nonton film The Alchemist of Happiness. Inipun kita juga di tugaskan untuk menulis apa yang telah kita dapat dalam film tersebut untuk memenuhi tugas ke 5.
Dari sekian banyaknya pertemuan yang paling saya suka adalah pertemuan pertama dan kedua ketika kita mendiskusikan bagaimana caranya untuk meyakini orang-orang atheis bahwa tuhan itu memang ada. Karna kita tidak bisa meyakini mereka dengan alqur'an, lantas dengan cara apa nabi meyakini mereka salahsatunya adalah mu'jizat itupun percaya kalo mereka melihat. Kalau kita kan tidak melihat. Terus dengan cara lagi nabi meyakini mereka, nabi mengerjakan pekerjaan filosof menjelaskan bahwa tuhan itu ada dengan cara akal. Jadi bahwa setiap nabi adalah filsuf walau kebalikanya adalah salah bahwa setiap filsuf belum tentu nabi.
Selanjutnya dosen saya memberikan teka teki. Kurang lebih seperti ini. "Semua yang ada ada yang menciptakan"
"Allah itu termasuk sesuatu yang ada" kesimpulan nya "semua yang ada ada yang menciptakan. Dan allah termasuk sesuatu yang ada kesimpulanya allah ada yang menciptakan.
"Semua yang hidup pasti akan mati"
"Egi itu hidup" dan kesimpulanya "egi pasti akan mati" pernyataan pertama belum saya terima tapi pernyataan ke dua saya terima. Karena wajib itu ada dua ada mumkinul wujud ada wajibul wujud. Karena allah itu sesuatu yang ada artinya allah itu wajibul wujud. Kalau semua yang ada ada yang menciptakan itu tidak bisa kita terima begitu saja.
Di pertemuan selanjutnya saya masuk telat begitu saya masuk teman saya langsung bilang push up lima ternyata pintu saya lupa tutup akhirnya mereka bilang push up 10 ada satu temen saya bilang salaman biar di maafin begitu saya salaman mereka bilang lagi push up 15 itu membuat saya tambah bingung. Ternyata saya lupa kalau telat tinggal masuk tutup pintu dan nggak usah salaman. Untung dosen saya berbaik hati dan mengizinkan saya duduk. Karna waktu itu saya telat saya kurang mengerti apa yang dari awal dosen sampaikan tpi saya mencoba merekam lewat hp saya tapi sayangnya tidak lama karena hp saya lowbat dan akhirnya mati. Dan yang saya tangkap adalah ketika teman saya bertanya kenapa bapak selalu menyebut dengan kata tuhan tapi bukan allah padahal mahasiswa yang ada di kelas itu adalah mayoritas islam bahkan nggak ada yang agamanya selain islam. Dosen saya jawab setelah diskusi ini selesai dan di jawab lewat grup wa. Dan jawabnya adalah "Karena di kelas saya sedang ibadah ghayr mahdhah. Dalam ibadah ghayr mahdhah, kita bebas mau sebut apa saja kepada Allah, asal sebutan itu maknanya baik dan enggak menyimpang dari pedoman: Qur'an dan Sunnah Nabi saw. Kalau sedang ibadah mahdhah, seperti shalat dan baca Quran, saya sebut sesuai pedoman: Quran dan Sunnah Nabi saw, karena dalam ibadah mahdhah mah enggak boleh ngarang . Itulah jawabannya kenapa selalu menggunakan kata tuhan bukan allah. Itulah sebabnya kenapa kita boleh sebut apa saja asal maknanya baik.
Setelah pertemuan demi pertemuan diskusi demi diskusi tugas demi tugas telah kita lalui bersama dari pertemuan pertama sampai terakhir dari tugas satu sampai tugas 5 walaupun tugas dua ini di kirim paling terakhir. Saya egi anwarullah mengucapkan terimakasih kepada kawan-kawan yang telah menyemangati saya terutama dosen filsafat umum yang telah mengamalkan ilmunya. Dan saya ucapkan mohon maaf jika selama saya di kelas kurang aktip dan sebagainya saya mohon di bukakan pintu maaf yang seluas luasnya. Mungkin itu dari saya kurang lebihnya saya mohon maaf, kalau ada kata kata yang benar itu datangnya dari tuhan kalau ada kata kata yang salah itu datangnya dari syetan karna saya hanyalah korban. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih. Akhir kalam
Waallahul muafieq ilaa aqwamithorieq
Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
Awal dari cerita saya adalah ketika pertama kali menduduki bangku semester dua dan ternyata dosen pengampu mata kuliah filsafat umum adalah dosen pengampu mata kuliah ilmu kalam di semester 1, beliau adalah Ahmad Padil Lc. MA. Setelah saya tau beliau adalah dosen filsafat umum di semester 2 saya langsung punya pikiran bahwa sepertinya di semester 2 ini akan di ajar seperti semester pertama, ternyata pikiran saya salah, beda dengan semester lalu kali ini beliau lebih rajin dari biasanya sampai-sampai saya pernah telat mknya. Tapi yang unik dari beliau adalah setiap beliau masuk tidak ada kata terlambat, jadi yang terlambat pun masih di persilahkan masuk dan di hadirkan di dalam absen. Tapi, dengan syarat ketika masuk silahkan tutup pintu dan jangan salaman. Itulah keunikan dari dosen filsafat kami.
Dan ternyata di kelas saya itu ada mahasiswi yang mengulang mk filsafat umum ini, dia bercadar, saya nggak tau apakah dia bercadar itu karna mengikuti sunah atau memang karna polusi.
Dan setiap mk filsafat ini mulai selalu terasa gerah dan panas walau di kelas saya sudah ada AC tpi kadang pas mk filsafat itu mulai AC nya mati sehingga kami gerah.
Pada pertemuan pertama, kita akan mendiskusikan pernyataan, "Manusia adalah makhluk yang bisa berpikir dan bisa memikirkan pikirannya."
Pada pertemuan kedua, kita mendiskusikan pernyataan, "Manusia itu memiliki banyak kelebihan dari pada binatang".
Pada pertemuan ketiga, kita berkenalan dengan Sokrates dan Ibnu Rusyd. Kita mendiskusikan efek filsafat pada masyarakat dan diri si filsuf. Di sini kita di kadih Sedikit bocoran, bocorannya adalah kita bisa membaca nasib buruk di akhir hidup kedua filsuf tersebut akibat kegiatan filsafat mereka.
Pada pertemuan keempat, kita mendiskusikan sofisme, fallasi/sesat pikir, filsafat, dan logika.
Pada pertemuan kelima, kita mendiskusikan apakah al-Quran mengekang, membebaskan, atau membimbing akal. Tapi yang ini saya lupa apakah di bahas atau tidak.
Pada pertemuan keenam, barulah kita mendiskusikan pengertian filsafat serta objek dan metode kajiannya.
Pertemuan kedelapan kita diskusi tentang filsafat pra Yunani atau Filsafat Timur.
Pertemuan kesembilan kita menonton film Hypathia. Setelah menonton film ini kita di tugaskan untuk menulis apa yang telah kita tonton baik buruknya film tersebut untuk memenuhi tugas ke 4
Pertemuan kesepuluh kita nonton film The Alchemist of Happiness. Inipun kita juga di tugaskan untuk menulis apa yang telah kita dapat dalam film tersebut untuk memenuhi tugas ke 5.
Dari sekian banyaknya pertemuan yang paling saya suka adalah pertemuan pertama dan kedua ketika kita mendiskusikan bagaimana caranya untuk meyakini orang-orang atheis bahwa tuhan itu memang ada. Karna kita tidak bisa meyakini mereka dengan alqur'an, lantas dengan cara apa nabi meyakini mereka salahsatunya adalah mu'jizat itupun percaya kalo mereka melihat. Kalau kita kan tidak melihat. Terus dengan cara lagi nabi meyakini mereka, nabi mengerjakan pekerjaan filosof menjelaskan bahwa tuhan itu ada dengan cara akal. Jadi bahwa setiap nabi adalah filsuf walau kebalikanya adalah salah bahwa setiap filsuf belum tentu nabi.
Selanjutnya dosen saya memberikan teka teki. Kurang lebih seperti ini. "Semua yang ada ada yang menciptakan"
"Allah itu termasuk sesuatu yang ada" kesimpulan nya "semua yang ada ada yang menciptakan. Dan allah termasuk sesuatu yang ada kesimpulanya allah ada yang menciptakan.
"Semua yang hidup pasti akan mati"
"Egi itu hidup" dan kesimpulanya "egi pasti akan mati" pernyataan pertama belum saya terima tapi pernyataan ke dua saya terima. Karena wajib itu ada dua ada mumkinul wujud ada wajibul wujud. Karena allah itu sesuatu yang ada artinya allah itu wajibul wujud. Kalau semua yang ada ada yang menciptakan itu tidak bisa kita terima begitu saja.
Di pertemuan selanjutnya saya masuk telat begitu saya masuk teman saya langsung bilang push up lima ternyata pintu saya lupa tutup akhirnya mereka bilang push up 10 ada satu temen saya bilang salaman biar di maafin begitu saya salaman mereka bilang lagi push up 15 itu membuat saya tambah bingung. Ternyata saya lupa kalau telat tinggal masuk tutup pintu dan nggak usah salaman. Untung dosen saya berbaik hati dan mengizinkan saya duduk. Karna waktu itu saya telat saya kurang mengerti apa yang dari awal dosen sampaikan tpi saya mencoba merekam lewat hp saya tapi sayangnya tidak lama karena hp saya lowbat dan akhirnya mati. Dan yang saya tangkap adalah ketika teman saya bertanya kenapa bapak selalu menyebut dengan kata tuhan tapi bukan allah padahal mahasiswa yang ada di kelas itu adalah mayoritas islam bahkan nggak ada yang agamanya selain islam. Dosen saya jawab setelah diskusi ini selesai dan di jawab lewat grup wa. Dan jawabnya adalah "Karena di kelas saya sedang ibadah ghayr mahdhah. Dalam ibadah ghayr mahdhah, kita bebas mau sebut apa saja kepada Allah, asal sebutan itu maknanya baik dan enggak menyimpang dari pedoman: Qur'an dan Sunnah Nabi saw. Kalau sedang ibadah mahdhah, seperti shalat dan baca Quran, saya sebut sesuai pedoman: Quran dan Sunnah Nabi saw, karena dalam ibadah mahdhah mah enggak boleh ngarang . Itulah jawabannya kenapa selalu menggunakan kata tuhan bukan allah. Itulah sebabnya kenapa kita boleh sebut apa saja asal maknanya baik.
Setelah pertemuan demi pertemuan diskusi demi diskusi tugas demi tugas telah kita lalui bersama dari pertemuan pertama sampai terakhir dari tugas satu sampai tugas 5 walaupun tugas dua ini di kirim paling terakhir. Saya egi anwarullah mengucapkan terimakasih kepada kawan-kawan yang telah menyemangati saya terutama dosen filsafat umum yang telah mengamalkan ilmunya. Dan saya ucapkan mohon maaf jika selama saya di kelas kurang aktip dan sebagainya saya mohon di bukakan pintu maaf yang seluas luasnya. Mungkin itu dari saya kurang lebihnya saya mohon maaf, kalau ada kata kata yang benar itu datangnya dari tuhan kalau ada kata kata yang salah itu datangnya dari syetan karna saya hanyalah korban. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih. Akhir kalam
Waallahul muafieq ilaa aqwamithorieq
Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
Komentar
Posting Komentar