HAKIKAT KEBAHAGIAAN
ASSALAMUALAIKUM Wr.Wb                                                                               
Nama saya Egi Anwarullah,Mahasisiwa UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten Fakultas Dakwah Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam, Semester 2.
Disini saya akan menulis tentang hakikat kebahagian.Kenapa saya ingin menulis hakikat kebahagiaan karena sejatinya setiap manusia pernah merasakan apa itu bahagia baik bahagia menurut jasmani maupun Rohani.
Sebelumnya saya ingin bertanya kepada para pembaca khususnya, apa itu bahagia? kapan anda pernah merasakan bahagia? Apa kebahagiaan yang sangat anda bahagiakan?
Kebahagiaan merupakan kebutuhan umat manusia setiap manusia pasti butuh yang namanya kebahagiaan. Baik persepsi soal kebahagiaan. Sebagian nya sangat berorientasi pada duniawi, sebagiannya ukhrowi.
Imam Al Ghozali dalam karyanya yang monumental Ihya Ulumuddin merupakan sebuah spiritual saat manusia berada dalam satu puncak ketakwaan.kebahagiaan merupakan kenikmatan dari allah swt. Puncak kebahagian manusia adalah jika ia berhasil mencapai tahap makrifat telah Bertemu allah swt. walastu ara assaadata jam’u maallin walaakin atuko lahiya assaaiidu. Artinya:kebahagiaan bukanlah mengumpulkan benda tetapi bertakwa kepada allah swt.cendekiawan muslim asal bogor Profesor sied muhammad naku’ib al attas,beliau mendeskripsikan bahagia sebagai kesejahteraan yang bukan hanya lahiriyah kebahahagiaan tidak merujuk pada ketenangan pikiran .
Bilal bin rabbah merasa bahagia dapat mempertahankan keimanannya, meskipun tersiksa.  Imam abu hanifah merasa bahagia meskipun harus dicebluskan ke penjara dan di cambuk setiap hari karena menolak diangkat menjadi hakim negara. sehingga demikian kebahagiaan tidak dapat diukur dari takaran materi dan duniawi.
Kebahagiaan adalah sebuah impian dimana semua orang ingin memilikinya tidak ada seorang pun yang ingin menderita hidupnya. Namun, tidak semua orang tahu kriteria bahagia secara kaffah. dalam pandangan islam ,seorang bahagia adalah seorang mu’min sholeh yang taat akan menunaikan hak hak tuhannya dan memenuhi hak hak makhluk lainnya.
Kebahagiaan bukanlah barang  komersil yang dapat dihitung dengan pasti, kadar kebahagiaan pun berbeda nilai antar manusia. Seseorang tidak akan merasakan kebahagiaan apabila dalam dirinya selalu penuh dengan keinginan.
Kebahagiaan adalah sebuah patamogana yang menyesatkan manusia. kebahagiaan akan berbahaya apabila seseorang di perbudak olehnya tanpa bisa mengendalikannya kebahagiaan akan manfaat apabila mampu mengantarkan manusia kepada bahagia yang hakiki yaitu bahagia dalam akhiratnya. manusia akan meraih kebahagiaan apabila ia mampu mengendalikan kebahagiaan didunia tanpa tertipu keindahan dunia. dalam kitab Nasoihul Ibad apa yang mengatakan ada tiga bahagia yaitu orang mempunyai hati alim berperilaku sabar dan bersikap puas.orang yang mempunyai kealiman dimana seseorang menyadari bahwa allah swt. Senantiasa menyertai ia berada.berperilaku sabar dimana seseorang sabar baik  memerintahkan agama maupun dalam cobaan,bersikap puas dimana seseorang menurutnya apa adanya.sikap puas muncul dikala tidak ada harapan lain
Masih berbicara kebahagiaan saya pernah bertanya kepada dosen pengantar Psikolog yang bernama Peni Ramanda M.Pd beliau menyatakan hakikat kebahagiaan menurut beliau adalah masuk surga mengapa mengatakan seperti itu karena tidak pernah yang dikalahkan kebahagiaan dengan kebahagiaan masuk surga . kebahagiaan nya orang di dunia akan kalah dengan giat yang akan masuk surga karena sejatinya itulah hakikat kebahagiaan setelah itu saya tanyakan kembali kepada ustad yang ada di pondok saya tentang apa yang dikatakan dosen pengantar psikolog tadi menurutnya kebahagiaan adalah dimana hati merasa ada kepuasaan terhadap apa yang dihadapi dan dirasakan pada hari ini.kebahagiaan yang hakiki menurut ustad dipondok saya menyatakan yaitu kebahagiaan yang justru tidak pernah hilang didalam diri kita yang jelas adalah mendapatkan ridho Allah SWT.buktinya Siti Robiyatul Adawiyah diberi surga oleh Allah SWT. Ia menolak karena mengapa bukan surga ataupun neraka yang diinginkan Siti Robiyatul Adawiyah adalah melainkan dicinta oleh allah swt. Walaupun surga telah didapatkan oleh nya misalkan Allah tidak cinta kepadanya untuk apa,itu tidak akan merasakan kenikmatan surga walaupun dia di masukan ke dalam neraka jika Allah cinta dan ridho kepadanya yang di rasakan bukan lah api neraka melainkan nikmat nya kecintaan Allah SWT. Artinya apa hakikatnya menurut ustad saya bukan masuk surga melainkan kecintaan Allah SWT.satu contoh ketika orang mencintai dunia dan akhirnya meninggalkan dunia kenapa dia meninggalkan dunia karena ada yang lebih indah yaitu akhirat setelah ia melihat akhirat ada yang lebih indah dari pada akhirat yaitu syurga beliau sudah bahagia dengan surga dan beliau sudah berbahagia dengan surga tidak ingin kehilangan surga tapi ada satu yang lebih indah dari pada surga yaitu sang maha pencipta dunia dan sang pencipta akhirat dan sang maha pencipta surga. Lantas dia meninggalkan surganya dan mengejar sang maha pencipta itu. Surga tidak ada apa apanya untuk sebuah bahagia tapi hakikat bahagia adalah bertemu kepada allah swt dan di cintai oleh allah swt itu menurut gurunya di pondok saya.
Tidak cukup sampai di sini saya bertanya kepada teman saya mahasiswa jurusan PAI semester 8 dia mengatakan hakikat bahagia itu datangnya dari hati tidak bisa di ungkapkan dengan kata kata namun bisa di rasakan dengan hati,satu contoh ketika lapar orang merasa gelisah dan ingin menghilangkan kegelisahan itu dengan cara apa,maka dengan makan lah rasa lapar itu akan hilang artinya kegelisahan itu akan hilang dan berubah menjadi bahagia apalagi makan dengan makanan yang sangat kita sukai tentu bahagia itu akan sangat terasa tapi tidak hanya sampai di situ setelah merasakan kebahagiaan karena bisa menghilangkan rasa lapar tapi orang ada yang tidak cukup hanya dengan makan.Biasanya setelah makan dia merokok walaupun tidak semua orang seperti itu di situlah letak kebahagiaan itu timbul,kalau orang yang perokok berat setelah makan ia tidak merokok kebahagiaan itu akan hilang maka dengan merokok lah dia merasakan bahagia maka dari itu kebahagiaan tidak bisa di ungkapkan oleh lisan namun bisa di rasakan oleh hati maka kenapa ketika orang di tanya bahagia itu apa banyak orang yang sulit menjawab walaupun mereka pernah merasakan bahagia baik dari segi fisik, jasmani, maupun rohani.

Itulah penjelasan atau pengertian yang sudah saya temukan langsung dari orang orang yang pernah merasakan kebahagiaan dan juga dari jurnal yang berjudul Kebahagiaan Dan Akhir Kehidupan Menurut Fisafat Ekonomi Islam oleh Darwis Harahap. terakhir, ini adalah definisi kebahagiaan menurut para ahli, dari google dengan judul kebahagiaan menurut para ahli sebagi berikut :
1. Aristoteles (dalam adler, 2003) Kebahagiaan berasal dari kata happy atau bahagia yang berarti feeling good, having fan, having a good time, atau sesuatu yang membuat pengalaman yang menyenangkan.
2. Rusydi (2007) Kebahagiaan merupakan sebongkahan perasaan yang dapat di rasakan berupa persaan senang, tentram, dan memiliki kedamaian,
3. Biswas, diener dan dean (2007) kualitas dari keseluruhan hiduo manusia-apa yang membuat kehidupan menjadi baik secra keseluruhan seperti kesehatan yang lebih baik kreatifitas yang tinggi atau pun pendapatan yang lebih tinggi.
4. Furnham (2008) kebahagiaan merupakan bagian dari kesejahteraan, contentment, to do your life satisfaction of equally the absence of psychology distress.
5. Diener (2007) satis faction with life merupakn bentuk nyata dari happiness atau kebahagian dimana kebahagiaan tersebt merupaka sesuatu yang lebih dari suatu pencapaian tujuan di karenakan pada kenyataannya kebahagiaan selalu di hubungkan dengan kesehatan yang lebih baik, kreatifitas serta tempat kerja yang lebih baik.
6. Sumner (dalam veenhoven, 2006)  menggambarkan kebahagiaan sebagai memiliki sejenis sikap positif terhadap kehidupan dimana sepenuhnya merupakan bentuk daroi kepemilikan komponen kognitif dan afektip. aspek kognitip dari kebahagiaan terdiri dari suatu evaluasi positif terhadap kehidupan, yang di ukur baik melalui standard atau harapan. dari segi afektip kebahagiaan terdiri dari apa yang di ukur baik secara umum sebagai suatu rasa kesejahteraan menemukan kekayaan hidup atau menguntungkan atau perasaan puas atau dipenuhi oleh hal-hal tersebut.

Komentar